Bagi sebagian besar anak, terutama yang tinggal di perkotaan, sekarang ini sulit mendapat ruang bermain yang murah sekaligus memungkinkan mereka untuk saling berinteraksi. Namun, di Kampoeng Maen, kebutuhan seperti itu dilayani. Hanya dengan Rp 35.000, anak Anda bisa bergembira bersama teman-teman barunya.
Menempati lahan seluas 2.635 m2 di area perumahan Alam Sutera Serpong, Tangerang. Kampoeng Maen cukup strategis bagi masyarakat Jabotabek dan sekitarnya. Fasilitas ini dikemas tidak saja untuk memberikan alternatif tempat bermain yang sehat dan mendidik, tapi juga melatih kepekaan anak dengan lingkungannya.
Belajar Akuntansi
Jumat, 17 Juni 2011
Selasa, 10 Mei 2011
Siklus Akuntansi
Siklus Akuntansi:
1. Bukti Transaksi
2. Buku Jurnal
3. Buku Besar
4. Neraca Saldo ( Neraca Percobaan)
5. Jurnal Penyesuaian
6. Work Sheet/kertas kerja/neraca lajur
7.Laporan Keuangan ( L/R, perub.modal, neraca, arus kas)
8. Jurnal Penutup
9. Neraca Saldo setelah penutupan
10. Jurnal Pembalik
1. Bukti Transaksi
2. Buku Jurnal
3. Buku Besar
4. Neraca Saldo ( Neraca Percobaan)
5. Jurnal Penyesuaian
6. Work Sheet/kertas kerja/neraca lajur
7.Laporan Keuangan ( L/R, perub.modal, neraca, arus kas)
8. Jurnal Penutup
9. Neraca Saldo setelah penutupan
10. Jurnal Pembalik
Jumat, 29 April 2011
JURNAL PENYESUAIAN
Ada yang bilang Jurnal Penyesuaian itu susah, tapi sebenarnya tidak susah jika dipelajari dengan benar dan memahami.
Salah satu kunci akuntansi adalah memahami, bukan menghapal.
Apa saja akun2 yang disesuaikan?
1. Perlengkapan
2. Penyusutan Aktiva Tetap
3. Beban di bayar di muka, cth:Asuransi dan sewa gedung yang dibayar di awal
4. Beban yang masih harus dibayar, cth: Beban gaji yang belum dibayar
5. Pendapatan diterima dimuka
6. Pendapatan yang masih harus diterima
7. Penyesuaian Kas Kecil
8. Penyesuaian kas bank ( rekonsiliasi bank) karena adanya jasa giro dan biaya adm.
Disini akan saya bahas mengenai beban dibayar dimuka..
karena di akun ini ada 2 cara dalam menentukan penyesuaiannya yaitu dicatat sebagai aktiva atau dicatat sebagai beban.
Cara mengetahuinya adalah melihat dari neraca saldo ( trial balance )
seperti contoh: teman-teman pasti pernah mendengar akun asuransi dibayar dimuka. Pasangan dari akun ini adalah beban asuransi.Di neraca saldo pasti salah satunya memiliki nominal dan yang satu lagi pasti tidak.
Jika dalam contoh asuransi, yang memiliki nominal adalah asuransi dibayar di muka maka itu merupakan pencatatan sebagai aktiva. Jika yang memiliki nominal adalah beban asuransi, maka itu merupakan pencatatan sebagai beban.
Contoh: Dibayar asuransi untuk masa pertanggungan 3 tahun oleh P.T ABC sebesar Rp. 4.800.000,00
disini,pada saat pencatatan transaksi, ada 2 cara yang kita bisa buat, yang pertama:
1. Dicatat sebagai Aktiva
Jurnal: Asuransi di bayar di muka Rp. 4.800.000,00
Kas Rp. 4.800.000,00
2. Dicatat sebagai beban
Jurnal: Beban Asuransi Rp. 4.800.000,00
Kas Rp. 4.800.000,00
nah, misalnya tgl 31 desember, saat mau menyusun laporan keuangan, diberitahukan informasi bahwa asuransi yang di bayar di awal sebelum penggunaan tersebut tersisa Rp.3.000.000,00
Bagi kawan2 yang belum mengerti mohon mulai seriuz membacanya..
1. Dicatat sebagai aktiva.
seperti jurnal dimuka, di debet asuransi dibayar dimuka sebesar Rp. 4.800.000,00 maka di neraca saldo pun akan muncul akun asuransi dibayar dimuka sebesar Rp. 4.800.000,00. karena ada penyesuaian, maka otomatis pasti nominal tersebut akan berkurang karena manfaat asuransi tersebut telah dipakai oleh P.T ABC tersebut.
Teman2 harus ingat, asuransi dibayar dimuka pasangan akun penyesuaianya adalah beban asuransi. maka jurnal penyesuaiannya adalah:
Beban Asuransi Rp. 1.800.000,00
Asuransi di bayar di muka Rp.1.800.000,00
mengapa?
kunci gampangnya adalah, jika dicatat sebagai aktiva, ingat saja bahwa jurnal penyesuaiannya pasti di kredit, begitu juga dengan dicatat sebagai beban, di jurnal penyesuaiannya pasti di kredit. sehingga di debet akun pasangannya yang tidak memiliki nominal di neraca saldo.
teman-teman juga harus meneliti soal penyesuaiannya.contoh penyesuaian yang saya beri adalah sisa asuransi dibayar di muka sebesar Rp.3.000.000,00. seperti yang kita tahu, asuransi dibayar di muka di neraca saldo memiliki nominal Rp. 4.800.000,00. oleh karena itu, agar asuransi dibayar dimuka tersebut menjadi Rp. 3.000.000,00 dari Rp. 4.800.000,00 maka asuransi dibayar dimuka yang posisi awalnya di debet Rp.4.800.000,00 harus di kredit Rp. 1.800.000,00 ( Rp.4.800.000,00 - Rp. 3.000.000,00)
maka beban asuransi pun akan muncul di debet sebesar Rp. 1.800.000,00.
lalu bagaimana dengan dicatat sebagai beban?
2. Dicatat sebagai beban..
Perhatikan soal penyesuaian yang diatas tadi.!!
jika dicatat sebgai beban, maka akun beban asuransi yang memiliki nominal Rp.4.800.000,00 sedangkan akun asuransi dibayar dimuka tidak memiliki nominal.
lalu gimana penyesuaiannya?
Jurnal Penyesuaian: Asuransi di bayar di muka Rp. 3.000.000,00
Beban asuransi Rp. 3.000.000,00
mengapa?
karena ingat di awal pencatatan saat transaksi pembayaran asuransi di bayar di awal jika dicatat sebagai beban adalah:
Beban Asuransi Rp. 4.800.000,00
Kas Rp.4.800.000,00
oleh karena penyesuaianya sisa asuransinya Rp.3.000.000,00 maka beban asuransi sebenarnya hanya Rp.4.800.000-Rp.3.000.000,00 =Rp. 1.800.000,00
oleh karena beban asuransi nya di debet Rp. 4.800.000,00 maka harus dikredit Rp. 3.000.000,00 agar saldo nya menjadi Rp. 1.800.000,00
ingat! karena penyesuaiannya sisa asuransi nya Rp.3.000.000 maka asuransi dibayar di muka pun ,muncul dengan nominal Rp.3.000.000
Sekian dari saya, semoga membantu
Salah satu kunci akuntansi adalah memahami, bukan menghapal.
Apa saja akun2 yang disesuaikan?
1. Perlengkapan
2. Penyusutan Aktiva Tetap
3. Beban di bayar di muka, cth:Asuransi dan sewa gedung yang dibayar di awal
4. Beban yang masih harus dibayar, cth: Beban gaji yang belum dibayar
5. Pendapatan diterima dimuka
6. Pendapatan yang masih harus diterima
7. Penyesuaian Kas Kecil
8. Penyesuaian kas bank ( rekonsiliasi bank) karena adanya jasa giro dan biaya adm.
Disini akan saya bahas mengenai beban dibayar dimuka..
karena di akun ini ada 2 cara dalam menentukan penyesuaiannya yaitu dicatat sebagai aktiva atau dicatat sebagai beban.
Cara mengetahuinya adalah melihat dari neraca saldo ( trial balance )
seperti contoh: teman-teman pasti pernah mendengar akun asuransi dibayar dimuka. Pasangan dari akun ini adalah beban asuransi.Di neraca saldo pasti salah satunya memiliki nominal dan yang satu lagi pasti tidak.
Jika dalam contoh asuransi, yang memiliki nominal adalah asuransi dibayar di muka maka itu merupakan pencatatan sebagai aktiva. Jika yang memiliki nominal adalah beban asuransi, maka itu merupakan pencatatan sebagai beban.
Contoh: Dibayar asuransi untuk masa pertanggungan 3 tahun oleh P.T ABC sebesar Rp. 4.800.000,00
disini,pada saat pencatatan transaksi, ada 2 cara yang kita bisa buat, yang pertama:
1. Dicatat sebagai Aktiva
Jurnal: Asuransi di bayar di muka Rp. 4.800.000,00
Kas Rp. 4.800.000,00
2. Dicatat sebagai beban
Jurnal: Beban Asuransi Rp. 4.800.000,00
Kas Rp. 4.800.000,00
nah, misalnya tgl 31 desember, saat mau menyusun laporan keuangan, diberitahukan informasi bahwa asuransi yang di bayar di awal sebelum penggunaan tersebut tersisa Rp.3.000.000,00
Bagi kawan2 yang belum mengerti mohon mulai seriuz membacanya..
1. Dicatat sebagai aktiva.
seperti jurnal dimuka, di debet asuransi dibayar dimuka sebesar Rp. 4.800.000,00 maka di neraca saldo pun akan muncul akun asuransi dibayar dimuka sebesar Rp. 4.800.000,00. karena ada penyesuaian, maka otomatis pasti nominal tersebut akan berkurang karena manfaat asuransi tersebut telah dipakai oleh P.T ABC tersebut.
Teman2 harus ingat, asuransi dibayar dimuka pasangan akun penyesuaianya adalah beban asuransi. maka jurnal penyesuaiannya adalah:
Beban Asuransi Rp. 1.800.000,00
Asuransi di bayar di muka Rp.1.800.000,00
mengapa?
kunci gampangnya adalah, jika dicatat sebagai aktiva, ingat saja bahwa jurnal penyesuaiannya pasti di kredit, begitu juga dengan dicatat sebagai beban, di jurnal penyesuaiannya pasti di kredit. sehingga di debet akun pasangannya yang tidak memiliki nominal di neraca saldo.
teman-teman juga harus meneliti soal penyesuaiannya.contoh penyesuaian yang saya beri adalah sisa asuransi dibayar di muka sebesar Rp.3.000.000,00. seperti yang kita tahu, asuransi dibayar di muka di neraca saldo memiliki nominal Rp. 4.800.000,00. oleh karena itu, agar asuransi dibayar dimuka tersebut menjadi Rp. 3.000.000,00 dari Rp. 4.800.000,00 maka asuransi dibayar dimuka yang posisi awalnya di debet Rp.4.800.000,00 harus di kredit Rp. 1.800.000,00 ( Rp.4.800.000,00 - Rp. 3.000.000,00)
maka beban asuransi pun akan muncul di debet sebesar Rp. 1.800.000,00.
lalu bagaimana dengan dicatat sebagai beban?
2. Dicatat sebagai beban..
Perhatikan soal penyesuaian yang diatas tadi.!!
jika dicatat sebgai beban, maka akun beban asuransi yang memiliki nominal Rp.4.800.000,00 sedangkan akun asuransi dibayar dimuka tidak memiliki nominal.
lalu gimana penyesuaiannya?
Jurnal Penyesuaian: Asuransi di bayar di muka Rp. 3.000.000,00
Beban asuransi Rp. 3.000.000,00
mengapa?
karena ingat di awal pencatatan saat transaksi pembayaran asuransi di bayar di awal jika dicatat sebagai beban adalah:
Beban Asuransi Rp. 4.800.000,00
Kas Rp.4.800.000,00
oleh karena penyesuaianya sisa asuransinya Rp.3.000.000,00 maka beban asuransi sebenarnya hanya Rp.4.800.000-Rp.3.000.000,00 =Rp. 1.800.000,00
oleh karena beban asuransi nya di debet Rp. 4.800.000,00 maka harus dikredit Rp. 3.000.000,00 agar saldo nya menjadi Rp. 1.800.000,00
ingat! karena penyesuaiannya sisa asuransi nya Rp.3.000.000 maka asuransi dibayar di muka pun ,muncul dengan nominal Rp.3.000.000
Sekian dari saya, semoga membantu
Langganan:
Postingan (Atom)
